Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa kerja Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) semakin berat. Sebab, orang yang sudah tertangkap tangan oleh KPK
masih bisa melakukan pembelaan seperti yang dilakukan Mohamad Sanusi kemarin.
"Sudah ketangkap tangan
saja masih galak, masih mau fitnah," ujar Basuki atau Ahok di Balai Kota
DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/9/2016).
Kemarin, Ahok memang
sempat terlibat perdebatan dengan Sanusi dan kuasa hukumnya. Kepada Sanusi,
Ahok membantah ucapan Ketua Balegda DPRD DKI Mohamad Taufik yang mengatakan dia
sudah setuju dengan penghapusan tambahan kontribusi. Ahok menyebut itu sebagai
fitnah.
Ahok juga menilai,
banyak pertanyaan tidak relevan yang dilontarkan kuasa hukum Sanusi, Maqdir
Ismail. Salah satunya adalah pertanyaan tentang dasar hukum dari tambahan
kontribusi.
Ahok merasa pertanyaan
itu tidak berkaitan dengan kasus suap yang didakwakan terhadap Sanusi. Padahal,
dia hanyalah seorang saksi. Sementara itu, Sanusilah yang menjadi terdakwa penerima
suap.
Bahkan, sudah ada vonis
untuk mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja yang dinyatakan benar memberikan suap.
"Kamu bayangin ya,
sudah ketangkap tangan, sudah ada yang divonis, yang nyuap juga
sudah ngaku nih, 'Gue nyuap nih'. Sudahngaku ngasih duit
nih," ujar Ahok.
Ahok mengatakan, inilah
alasannya selalu berteriak soal kewajiban pelaporan harta para pejabat.
Dengannya, asal harta kekayaan pejabat bisa ditelusuri.[Kompas]

0 Response to "Ahok: Sudah Tertangkap Tangan Saja Masih Galak, Masih Mau Fitnah!"
Post a Comment