Seorang pejabat senior
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (10/5/2016), menyatakan, krisis kemanusiaan
di Jalur Gaza, memerlukan penyelesaian politik selain bantuan kemanusiaan.
Jalur Gaza
menghadapi blokade yang super ketat dari Israel sejak 2007.
Direktur Operasi UNRWA
di Jalur Gaza, Bo Schack, mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu
pertemuan yang diadakan di dengan wakil organisasi non-pemerintah di Jalur
Gaza.
Schack memperingatkan,
di Jalur Gaza, ada 1,9 juta orang Palestina yang hidup di bawah blokade selama
bertahun-tahun. Mereka menderita akibat tingginya tingkat kemiskinan dan
pengangguran.
Selain itu, kata
Schack, warga Palestina di Jalur Gaza menghadapi kesulitan untuk memperoleh
listrik dan bahan bakar.
Israel telah
memberlakukan blokade ketat atas Jalur Gaza sejak pengambilalihan daerah
kantung tersebut oleh kelompok Hamas melalui kekerasan pada musim panas 2007.
Hamas mengusir pasukan
keamanan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Selain blokade Israel,
pemerintah Yahudi melancarkan tiga agresi militer terhadap Jalur Gaza sehingga
merusak banyak rumah dan prasarana.
Serangan militer
paling akhir oleh Israel berlangsung selama 50 hari pada musim panas 2014.
Bo Schack mengatakan,
UNRWA menyediakan layanan medis dan pendidikan, terutama memperbaiki gedung
sekolah dan klinik yang hancur selama agresi militer paling akhir oleh Yahudi
terhadap Jalur Gaza.
Perdana Menteri
Israel, Benjamin Netanyahu, Minggu (8/5/2016), telah memperingatkan bahwa
Israel tidak akan ragu untuk menghantam Jalur Gaza dalam misinya untuk
melenyapkan terowongan Hamas.
Ketika menanggapi
pembukaan terowongan pelintas perbatasan yang dibangun Hamas, Netanyahu
menyampaikan tekadnya. Ia mengatakan akan “terus melakukan tindakan yang
diperlukan guna menyingkap dan dan melawan ancaman (keberadaan) terowongan
itu”.
Perbatasan Jalur Gaza
dan Israel dilaporkan dalam keadaan sepi pada Minggu pagi, setelah baku-tembak
yang berlangsung selama empat hari.

0 Response to "Krisis di Jalur Gaza Perlu Penyelesaian Politik, Tak Hanya dengan Bantuan Kemanusiaan"
Post a Comment